Penyebab dan Cara Mencegah Bocor
- Dania Caw
- 15 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Kebocoran bangunan sering kali baru disadari ketika kerusakan sudah meluas. Padahal, bocor bukan sekadar masalah air menetes, melainkan tanda adanya kelemahan pada bahan bangunan atau proses konstruksi. Jika dibiarkan, kebocoran dapat merusak beton, melemahkan struktur, dan memperpendek usia bangunan.
Penyebab Umum Kebocoran dan Solusinya
Kesalahan Pemasangan. Hal ini biasanya terjadi ketika tukang kurang cermat ketika memasang atap. Beberapa lokasi yang rawan masuk air, yaitu bubungan, sambungan tepi, dan talang. Sebagai gambaran, jika bagian bubungan dibuat terlalu tinggi, berisiko rawan retak. Hal ini bisa berakibat bocor saat terkena air hujan. Solusinya adalah dengan memberi lapisan kedap air atau talang karet di bagian yang bocor.
Kesalahan Konstruksi. Contohnya, ketika kemiringan atap tidak tepat. Penutup atap genteng biasanya memiliki kemiringan antara 30 hingga 40 derajat. Jika kemiringannya kurang dari itu, dikhawatirkan terjadi kebocoran akibat curah air hujan. Selain itu, posisi genteng relatif rawan melorot yang bisa berakibat kebocoran. Solusinya adalah dengan menata ulang kemiringan atap atau bongkar total atau memberi lembaran pelapis antibocor di bagian bawah genteng.
Rusak Akibat Cuaca. Atap merupakan struktur bangunan yang paling terpapar cuaca, mulai dari panas matahari hingga air hujan. Sekuat apa pun material atap rumah Anda, lama-kelamaan akan tetap rusak. Indikatornya biasanya berwujud retak pada sambungan tepi, retak rambut pada genteng tanah liat, seng yang keropos, dan pudarnya warna cat pelapis di genteng beton. Solusinya adalah pemeliharaan berkala setiap tahun untuk memperpanjang usia material atap, seperti dengan mengecat genteng beton dan menambahkan lapisan waterproofing di dak beton.
Salah Pilih Kualitas Bahan Bangunan. Setiap material penutup atap memiliki karakter sendiri-sendiri. Genteng keramik lebih kuat menahan air hujan lantaran sifat kedap air dan desain interlocking yang dimilikinya
Cara Mencegah Bocor pada Bangunan
Pencegahan kebocoran idealnya dimulai sejak tahap perencanaan. Pemilihan material yang tepat, terutama semen dan beton dengan komposisi sesuai standar, akan menghasilkan struktur yang lebih padat dan tahan air. Kualitas material sangat menentukan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.
Detail pekerjaan perlu mendapat perhatian khusus, terutama di area rawan bocor seperti atap, dak beton, dan kamar mandi. Pastikan pemasangan bata ringan mengikuti rekomendasi teknis, sambungan diisi merata, dan proses curing beton dilakukan dengan benar agar kekuatannya optimal.
Untuk instalasi pipa, pengujian kebocoran sebelum penutupan permanen sangat disarankan. Setiap celah di sekitar pipa harus ditutup rapat menggunakan adukan semen agar tidak menjadi titik rembesan air di kemudian hari.
Perawatan rutin juga tidak kalah penting. Tanda awal seperti noda lembap, cat mengelupas, atau retak halus pada beton perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebocoran yang lebih serius.
Bocor bukan sekadar masalah teknis, tetapi refleksi dari kualitas material dan ketepatan pengerjaan konstruksi. Dengan memilih semen, beton, besi, bata ringan, dan baja yang sesuai standar serta menerapkan proses kerja yang benar, risiko kebocoran dapat ditekan sejak awal.
Jika Anda sedang membangun atau renovasi agar bangunan lebih kuat dan minim risiko bocor, Tunas siap mendukung kebutuhan material konstruksi berkualitas untuk berbagai jenis proyek. Hubungi kami untuk mendapatkan solusi konstruksi yang tepat dan berkelanjutan.
Tentang Tunas
Tunas Niaga Konstruksindo (Tunas) adalah penyedia bahan bangunan berkualitas untuk berbagai proyek dan pabrik dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Komitmen utama Tunas adalah menjaga kepercayaan pelanggan dengan memberikan layanan prima melalui pengiriman barang tepat waktu dan solusi terbaik untuk kebutuhan spesifik Anda. Saat ini Tunas melayani pengiriman di area Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Referensi:
